
Memiliki kolam renang pribadi di rumah atau area komersial memang impian banyak orang. Namun, tidak sedikit yang justru menghadapi kendala serius karena Kesalahan kontraktor kolam renang. Kesalahan dalam memilih kontraktor bisa berujung pada kerugian biaya, waktu, hingga hasil akhir yang mengecewakan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai kesalahan umum saat menggunakan jasa kontraktor kolam renang, serta cara menghindarinya agar proyek berjalan lancar dari awal hingga selesai.
1.Kesalahan kontraktor kolam renang Tidak Mengecek Reputasi Kontraktor Kolam Renang
Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah tidak memeriksa reputasi atau portofolio kontraktor kolam renang yang akan digunakan. Banyak orang hanya mengandalkan harga murah tanpa mempertimbangkan pengalaman dan testimoni pelanggan sebelumnya. Padahal, kolam renang adalah proyek besar yang membutuhkan ketelitian dan profesionalitas.
Tips: Selalu cek portofolio seperti yang tersedia di halaman proyek galeri BNP Bali dan portofolio proyek. Pastikan kontraktor sudah memiliki pengalaman di berbagai jenis kolam, seperti kolam rumah, hotel, dan kolam umum.
2. Tidak Menggunakan Kontrak Kerja yang Jelas
Banyak pemilik rumah yang tergesa-gesa bangun kolam renang tanpa kontrak kerja resmi. Ini membuka potensi masalah besar di tengah atau akhir proyek. Kontrak kerja penting untuk mengatur spesifikasi teknis, waktu pengerjaan, biaya, serta garansi.
Kontrak juga melindungi kedua belah pihak jika terjadi perselisihan selama pelaksanaan proyek.
3. Tidak Memahami Sistem dan Desain yang Ditawarkan
Kolam renang memiliki berbagai sistem, seperti skimmer, overflow, dan infinity pool. Kadang, masalah kolam renang muncul karena pemilik tidak memahami sistem yang digunakan, misalnya sistem sirkulasi air yang tidak sesuai kebutuhan.
Sama halnya dengan desain kolam renang, beberapa pemilik hanya mengandalkan tren tanpa menyesuaikan dengan kondisi lahan dan struktur bangunan.
Tips: Diskusikan sistem dan desain dengan kontraktor secara mendalam. Jangan ragu untuk bertanya teknis seperti ukuran pipa, kapasitas pompa, dan material dinding kolam.
4. Salah Perhitungan Biaya Pengerjaan
Salah satu penyebab utama proyek kolam renang bermasalah adalah estimasi biaya yang tidak akurat. Ada yang tergiur tawaran murah tanpa menghitung kebutuhan peralatan dan finishing yang memadai. Di sisi lain, ada juga yang kecewa karena biaya membengkak jauh dari rencana.
Penting untuk menghitung kebutuhan material, peralatan sirkulasi, finishing, dan biaya tenaga kerja secara rinci sejak awal.
Tips: Gunakan jasa kontraktor kolam renang yang memberikan estimasi transparan serta breakdown harga. Hindari kontraktor yang hanya memberikan harga global tanpa rincian jelas.
5. Tidak Memperhitungkan Perawatan Jangka Panjang
Banyak orang menganggap proyek selesai setelah kolam diisi air. Padahal, renovasi kolam renang bisa menjadi kebutuhan besar jika instalasi awal tidak direncanakan dengan matang. Beberapa kesalahan kontraktor seperti pemasangan saluran pembuangan yang buruk atau sistem filtrasi tidak efisien dapat menimbulkan kolam renang bocor, air keruh, dan bau.
Tips: Tanyakan kepada kontraktor tentang jadwal maintenance, sistem sanitasi, dan ketahanan material. Gunakan material anti jamur dan anti retak untuk jangka panjang.
6. Tidak Mengecek Legalitas dan Garansi
Apakah kontraktor memiliki badan hukum? Apakah pekerjaan mereka dilindungi garansi? Ini pertanyaan penting yang sering diabaikan. Garansi pekerjaan dan peralatan penting untuk melindungi investasi Anda.
Tips: Pastikan memilih kontraktor kolam renang yang menyediakan garansi pengerjaan dan produk. Perusahaan seperti BNP Bali memiliki legalitas dan layanan purna jual yang jelas.
7. Tidak Melibatkan Kontraktor Sejak Tahap Awal
Kadang, pemilik rumah sudah menentukan desain dan ukuran kolam tanpa berkonsultasi dengan kontraktor terlebih dahulu. Akibatnya, proyek kolam renang sering harus diubah di tengah jalan karena tidak sesuai struktur tanah, instalasi pipa, atau daya listrik.
Libatkan kontraktor sejak tahap perencanaan agar desain, struktur, dan sistem bisa disesuaikan secara optimal.
8. Kesalahan kontraktor kolam renang Terlalu Fokus pada Estetika

Estetika memang penting, namun fungsionalitas jauh lebih krusial. Ada banyak kolam renang mewah yang justru tidak nyaman digunakan karena desain tidak memperhatikan sirkulasi air, kedalaman aman, dan sistem pencahayaan.
Keseimbangan antara desain, kenyamanan, dan keamanan harus menjadi prioritas saat bekerja sama dengan spesialis kolam renang.
9. Kesalahan kontraktor kolam renang Memilih Kontraktor Tanpa Survey Lokasi
Survey lokasi sangat penting untuk memastikan ukuran lahan, kontur tanah, sumber air, hingga akses peralatan. Beberapa kesalahan kontraktor terjadi karena penilaian lokasi dilakukan asal-asalan atau hanya berdasarkan gambar.
Pilih kontraktor yang menyediakan survei lokasi secara profesional, bukan hanya estimasi via telepon atau email. Namun jangan ragu memulai komunikasi awal melalui media online seperti thegreenreef.com jika hanya untuk mengenal vendor lebih dulu.
Kesimpulan
Membangun kolam renang bukanlah proyek kecil yang bisa dilakukan asal-asalan. Kesalahan dalam memilih jasa kolam renang bisa berdampak jangka panjang terhadap keuangan, keamanan, hingga kenyamanan Anda.
Pilihlah kontraktor terpercaya, pastikan kontrak dan garansi jelas, serta pahami sistem dan desain secara menyeluruh. Hindari kesalahan-kesalahan di atas agar proyek Anda berjalan mulus dan hasilnya memuaskan.